Jakarta, Rakyat sangat patuh memenuhi memeluk tiang negara pondasi negara yaitu Pancasila kog ya ini ada oknum pejabat negara memplesetkan menyalah artikan makna dari pondasi negara Indonesia Pancasila. Presiden RI disini harus tegak lurus menindak tegas menghukum mereka tanpa pandang bulu yang menggerogoti kekayaan negara apalagi yang namanya sekelompok itu para kelompok korporasi, pihak yang merusak Pancasila, baru benar tulen asli Presiden yang diidam idamkan Rakyat Indonesia dari sabang hingga meureuke", ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Pakar hukum internasional, Ketua Umum perkumpulan profesi Advokat PAMID Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assition Of Young Indonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas pusat partai oposisi Merdeka dibilangan Cijantung jakarta 2/11/2026 via telpon selulernya.
Kejahatan Korupsi yang telah di evaluasi selama 35 tahun tak juga dapat diperbaiki. Para pejabat seperti tidak paham bahwa korupsi dapat menghancurkan Indonesia dan memiskinkan Indonesia. Kerugian Negara tembus di atas puluhan ribu Trilyun selama 35 tahun ini. Tidak mungkin oknum pejabat daerah dan oknum pejabat pusat tidak terlibat. Bahkan banyak yang mengaku paling PANCASILA padahal ikut terlibat dalam merampok kekayaan SDA Indonesia.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta jangan memfitnah masyarakat dengan pidato disetiap seremonial bahwa banyak yang mau merusak NKRI dan Merusak Pancasila dengan cara cara menebar Fitnah yang tidak bisa di pertanggung jawabkan. Menuduh dan merekayasa kasus.
Mereka yang merusak Pancasila adalah oknum didalam Negara yang bermain dengan para oknum pengusaha yang menjadi koruptor dan lari membawa uang Negara puluhan ribu Trilyun keluar negri dan tidak kembali lagi. Bisa terjadi korupsi karena lemahnya pengawasan pungli, sogok menyogok, pelicin, minta jatah juga berkelompok membuat gerbong sendiri mempermainkan menipu hukum di setiap ada kesempatan. Merekalah yang mengaku paling PANCASILA tetapi bersahabat dengan para perusak PANCASILA dengan menghalalkan cara memperkaya kelompoknya. Menetapkan Hukum Menembak Mati Koruptor saja di persulit. Babel bisa ada ribuan tambang timah ilegal, oknum APH apa iya tidak tahu !!!
Belum lagi di banyak tambang lainnya di Sulawesi dan Kalimantan. Tikus tambang bergerak merugikan negara dibiarkan saja.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati masyarakat menyayangkan ada saja oknum yang memfitnah anti BHINEKA TUNGGAL IKA kepada masyarakat padahal didalam kelompoknya yang merusak dan merampas tanah masyarakat adat Tampa adanya keadilan hukum. Sehingga banyak masyarakat di daerah yang tanahnya hilang di kuasai korporasi menjadi perkebunan dengan cara cara di rampas. Di dalamnya terlibat banyak oknum yang merasa paling PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA. Tetapi menciptakan bara api kebencian dan dendam dibanyak pelosok desa karena didzolimi dan dirampok tanahnya. Hukum masyarakat adat dan hak adat di bungkam dengan cara cara kotor permainan oknum APH.
Mereka para oknum mengatakan PALING PANCASILA padahal ikut andil dalam perdagangan narkotika antar daerah dan antar negara. Narkotika bebas masuk dan beredar. Juga terlibat banyak lapas sebagai kantor dan pabrik narkotika yang menjadi ATM banyak pihak oknum APH.
Para Perusak PANCASILA bernaung di bawah atap Istana Negara dengan jabatan penting tetapi ikut andil menjadi perusak moral anak bangsa dengan cara cara mengurangi kegiatan keagamaan, merendahkan gaji guru dengan tidak manusiawi, menitipkan kurikulum yang jelas merusak ajaz PANCASILA serta mendukung kebebasan ilmu pengetahuan LGBT. Maka menjadi liar dan rusak kurikulum pendidikan nasional oleh perbuatan oknum yang selalu merasa paling PANCASILA.
Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menilai bahwa yang merusak PANCASILA sebenarnya dari pihak yang bertanggung jawab di dalam Negara. Bukan dari pihak yang selama ini di jadikan objek kelinci percobaan dan di fitnah teroris atau kelompok exstrem. Enggak tanggung tanggung para oknum maling berdasi sebagai pejabat APH bisa memiliki kekayaan didalam rumahnya yang paling kaya di jajarannya. Tumpukan emas dan mata uang asing berkarung karung dari hasil korupsi.
Nasehat dari Prof DR Sutan Nasomal SH,MH bagi yang rajin pidato dalam seremonial pada acara acara kenegaraan dan acara Nasional. Kalau mau teriak dan memfitnah telah tumbuh banyak kelompok yang anti PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA. Silahkan bercermin dulu dan koreksi dengan baik baik. Apakah sudah bersih didalam kelompoknya tidak berkhianat kepada PANCASILA.
Penyebaran HIV semakin sulit di atasi karena liar dan bebasnya hiburan malam serta tempat esek esek di semua kabupaten Kota dan Provinsi. Setiap tahun lebih dari 50.000 orang terpapar HIV. Bahkan para ibu rumah tangga juga terpapar menjadi korban.
Kalau mau di uji kesehatan para ASN dan APH serta para pejabatnya seluruh Indonesia. Apakah ada yang terpapar HIV. Apakah ada yang menggunakan narkoba. Di lakukan pengujian secara menyeluruh dan berulang ulang.
Maka semua hasil uji tersebut sebagai bukti bisa di bawa ke istana negara sebagai kajian dan menjawab pertanyaan yang ingin di ketahui masyarakat.
INDONESIA bukan hancur dari perang dengan musuh asing di luar negri. INDONESIA hancur dari dalam. Akibat merasa paling PANCASILA padahal yang menjadi perusaknya dari dalam. Semoga tokoh masyarakat dan mahasiswa serta pemuda Indonesia tidak bosan bosan berjuang untuk kebaikan dan keadilan. Semua sistem yang merusak Indonesia sebagai penyakit kronis bisa di obati.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH

Social Header