Breaking News

Bupati Aceh Singkil Tinjau Langsung Lokasi Parit Pemicu Banjir di Takal Pasir



Aceh Singkil, 24Jamindonesia.id – Menyikapi keresahan masyarakat akibat ancaman banjir yang kian nyata, Bupati Aceh Singkil, H. Sapriadi Oyon, SH, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi kritis di Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, pada Sabtu (29/8/2026).

Kunjungan ini merupakan respon cepat terhadap keluhan warga terkait jebolnya muara dan meluapnya air ke pemukiman, yang diduga dipicu oleh adanya “parit raksasa” hasil galian warga di Desa tetangga.

Dalam gambaran lapangan tersebut, Bupati Sapriadi Oyon didampingi oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Anggota DPRK Aceh Singkil Doni Maradona, Plt. Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Singkil, serta Kepala Desa Takal Pasir.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Aceh Singkil ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah menempatkan isu penanggulangan banjir sebagai prioritas utama.

Rabidin, Kepala Desa Takal Pasir, mengungkapkan rasa terima kasih atas tanggapan positif dari eksekutif daerah.

Ia menuturkan bahwa persoalan ini telah lama menjadi perhatian tiga kepala desa yakni Takal Pasir, Teluk Ambun, dan Sitia Ambia yang sebelumnya telah mengirimkan surat resmi dan usulan solusi kepada Bupati.

Inisiatif tersebut difasilitasi oleh Anggota DPRK Aceh Singkil, Doni Maradona, untuk mencari jalan keluar teknis atas dampak hidrologi yang ditimbulkan oleh parit besar di Galin Warga Desa Tetangga tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Bupati turun langsung ke lokasi dan memberikan respon yang positif.

Meski waktu kunjungan sangat terbatas sehingga tidak semua titik terpantau, namun beliau berjanji akan kembali melakukan kunjungan lanjutan untuk memastikan pelaksanaan penutupan parit tersebut,” ungkap Rabidin kepada media, Minggu (30/8/2026).

Urgensi penanganan masalah ini semakin meningkat mengingat kalender iklim yang menunjukkan bulan September sebagai awal musim penghujan, dengan puncak curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada bulan Desember.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, keterlambatan penanganan infrastruktur drainase berpotensi mengakibatkan banjir besar yang dapat merendam perkampungan dan merugikan ratusan kepala keluarga.

“Dikhawatirkan banjir kembali datang jika tidak segera ditangani.

Kami berharap janji tindak lanjut ini dapat segera direalisasikan sebelum puncak musim hujan tiba,” tambah Rabidin dengan nada memohon.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas PUPR dan DLH diharapkan segera menyusun rencana teknis perbaikan muara dan normalisasi aliran air, termasuk koordinasi lintas desa untuk mengatasi akar persoalan di hulu.

Langkah kolaboratif antara eksekutif, legislatif, dan perangkat desa ini menjadi kunci dalam membangun ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi di Aceh Singkil.


(Irwan Syahputra)
© Copyright 2022 - 24JAMINDONESIA.ID