Aceh Singkil, 24Jamindonesia.id- Udara pagi di Kampung Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, terasa berbeda pada Senin (29/6/2026). Suasana haru bercampur rasa syukur yang mendalam merindukan halaman Masjid Agung Nurul Makmur.
Di sana, ratusan warga telah bersiap menyambut kepulangan 91 “Tamu Allah” asal Kabupaten Aceh Singkil yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Kehadiran para jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi ini disambut langsung oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, beserta jajaran Forkopimda, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil H. Roesman Hasmy, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Azhar, S.Ag., MA, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran pejabat daerah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan tertinggi pemerintah kepada warga yang telah berhasil menunaikan panggilan spiritual yang agung.
Yang menjadi kabar paling menggembirakan bagi seluruh lapisan masyarakat Aceh Singkil adalah kembalinya ke-91 jamaah tersebut dalam keadaan sehat walafiat dan jumlah yang utuh.
Tidak ada satu pun jamaah yang berkurang, sebuah anugerah yang disyukuri bersama sebagai tanda kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam perayaannya, Bupati Safriadi Oyon menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Allah SWT. Ia mendoakan agar lelahnya perjalanan ibadah diganti dengan pahala yang berlipat dan status Haji Mabrur.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Ilahi. Seluruh 91 jamaah haji kita telah kembali dengan selamat dan utuh. Ini adalah kenikmatan yang luar biasa. Kami berharap, debu-debu Tanah Suci yang masih melekat menjadi saksi kesucian hati mereka. Semoga mereka pulang membawa keberkahan, menjadi teladan akhlak mulia di tengah keluarga dan masyarakat, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Aceh Singkil,” ujar Bupati dengan nada khidmat.
Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi sinergis antara Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Kantor Kementerian Agama, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait. Kerja sama lintas sektor ini terbukti mampu mengawal proses pemberangkatan hingga pemula berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Menyinggung aspirasi umat, Bupati Safriadi Oyon juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Pusat. Mengingat antusiasme masyarakat Aceh Singkil yang sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji, ia mendesak adanya penambahan kuota haji bagi daerah ini.
“Masa tunggu yang panjang adalah tantangan tersendiri. Kami berharap Kementerian Haji dan Umrah RI dapat mempertimbangkan penambahan kuota untuk Aceh Singkil. Dengan demikian, lebih banyak lagi hamba-Nya dari bumi Syekh Abdur Rauf Singkil ini yang dapat segera memenuhi panggilan Baitullah,” harapnya.
Acara penyambutan yang penuh kehangatan itu ditutup dengan doa bersama. Para jamaah, keluarga, dan pejabat daerah mengangkat tangan, memohon agar ibadah yang telah ditunaikan diterima Allah SWT, dan para jamaah diberi kekuatan istiqomah dalam menjaga kemabruran hajinya di tanah air.
Kepulangan 91 jamaah haji ini bukan hanya tentang selesainya sebuah ritual, melainkan awal dari misi baru: menebar nilai-nilai kebaikan, kesabaran, dan keteladanan di tengah masyarakat Aceh Singkil.
(Irwan Syahputra)


Social Header